Rabu, 14 April 2010

One In Million

Aku hanya setetes embun dari ribuan gemercik air yang mengalir. Tapi aku adalah bagian dari umatNya, pengikut RasulNya. Selalu ada kabut dalm hidup. Itu pun yang membuat aku terjatuh lemah dan tak berdaya serta mudah rapuh karenanya. Sehingga membentuk pribadiku yang keras kepala. Di dunia yang fana ini hanya ad 2 hal yang bias meluluhkan hatiku, yaitu orang tua dan sahabat. Dan kabut pun pernah menghampiri pada keduanya. Serasa sudah tak bernafas lagi. Tapi itu hanya kekhawatiranku saja. Aku berhasil melewatinya itu. Itu membuat aku sadar bahwa mereka sangat berate dalm hidupku , tapi setelah Allah.
Penyesalan terbesar sat aku memeberikan sesuatu pada sahabat. Sesuatu yang sam kuberikan pad orang tua.yaitu kasih saying. Orang lain tetaplah orang lain. Takkan pernah bisa sama dengan orang tua. Harusnya tak ku berikan sesuatu yang berharga itu pad mereka. 2 kali kecewa pada orang yang ku anggap sahabat. Tak ada yang benar2 mengerti aku selain Allah dan keluargaku, harusnya ku sadari itu sejak dulu. kini telah terbuang banyak waktu dan energi yang sia2 telah aku berikan pad mereka. Hanya bias tabah dan bersabar. Menunggu keadilan yang sudah direncanakanNya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar