Rabu, 14 April 2010

Air Mata

Air mata ini hanya akan menetes
Hany untuk Engaku dan yang tersayang
Takkan kubiarkan lagi jatuh terhempas
Jatuh menjadi manusia yang malang

Matahari akan selalu bersinar
Ditemani indahya kicauan burung
Tak ingin terjebak dalam belukar
Menjauh dari kat terkurung

Sakitnya pukulan manis membayangi
Semua telah dibutakan egonya jiwa
Yang terus selalu memenjarai
Putihnya hati tertutup olehnya

Kucoba cabut pedang yang nenusuk
Separuh kekuatan terasa sirna
Kedua kalinya cipratan bau busuk
Terbaliknya keadaan membuat hampa

Dan kini telah tertutup pintunya
Takkan ad lagi tangisan hati
Mengotori indahnya pelangi jiwa
Perasaan sangat mahal dan berarti

NO TIME TO CRY!

Yang Ku Sayang

Allah lindungilah kedua orang tuaku. Dan aku berjanji takkan mengeluarkan air mata ini untuk mereka lagi. Buatlah mereka mengerti dengan keadaanku ini sehingga tak ada kabar2 buruk tentangku lagi. Ya Allah, memang rasanya sakit sekali. Jika mereka tak berguna untuk kehidupanku, mak jauhkanlah mereka dari aku tapi tidak dengan cara yang membuat aku sakit. Sesungguhnya ku ingin merasakan kedamaian dengan mereka. Hidup damai tak ada musuh. Entah rasa sakit ini bias terbayar dengan apa. Tapi bagiku dengan bisa hidup bahagia bersama keluarga selalu merasakan Engkau dalam hidupku, itu cukup membuatku bangkit bahkan aku bias bahagia. Ya Allah hilangkan ras dendamku pada mereka. Aku ingin hidup damai.
Hanya mereka yang ku saying. Tak akan ad lagi selain mereka. Bahkan orang yang ku anggap seorang sahbt. Karena”nothing bestfriend really bestfriend” hanya 3 yang benar2 akan sungguh aku sayangi, yaitu:
• Engkau, Allah yang mah adil, penyayang dan segalanya.
• Keluarga, orang2 yang paling kekal di dunia ini.
• Pria yang suatu saat nanti akn menjadi pendampingku.

One In Million

Aku hanya setetes embun dari ribuan gemercik air yang mengalir. Tapi aku adalah bagian dari umatNya, pengikut RasulNya. Selalu ada kabut dalm hidup. Itu pun yang membuat aku terjatuh lemah dan tak berdaya serta mudah rapuh karenanya. Sehingga membentuk pribadiku yang keras kepala. Di dunia yang fana ini hanya ad 2 hal yang bias meluluhkan hatiku, yaitu orang tua dan sahabat. Dan kabut pun pernah menghampiri pada keduanya. Serasa sudah tak bernafas lagi. Tapi itu hanya kekhawatiranku saja. Aku berhasil melewatinya itu. Itu membuat aku sadar bahwa mereka sangat berate dalm hidupku , tapi setelah Allah.
Penyesalan terbesar sat aku memeberikan sesuatu pada sahabat. Sesuatu yang sam kuberikan pad orang tua.yaitu kasih saying. Orang lain tetaplah orang lain. Takkan pernah bisa sama dengan orang tua. Harusnya tak ku berikan sesuatu yang berharga itu pad mereka. 2 kali kecewa pada orang yang ku anggap sahabat. Tak ada yang benar2 mengerti aku selain Allah dan keluargaku, harusnya ku sadari itu sejak dulu. kini telah terbuang banyak waktu dan energi yang sia2 telah aku berikan pad mereka. Hanya bias tabah dan bersabar. Menunggu keadilan yang sudah direncanakanNya